Daihatsu Surabaya

DONNY DAIHATSU
MARKETING SENIOR DAIHATSU
SILAHKAN HUBUNGI :
BBM: -
Hot News

Berita

Mencoba Daihatsu Xenia R Sporty, Model Termewah Daihatsu Xenia Baru

Dasar produsen dalam me­lakukan penyegaran terha­dap produknya bisa beragam. Alasan pertama adalah siklus hidup. Dalam dunia desain, usia 5 tahun sudah dianggap membosankan bagi sebuah desain untuk tetap dipilih, oleh karena itu produsen mobil biasanya melakukan “siklus 5 tahunan” bagi para produknya. Kemudian, bisa juga karena munculnya kompetitor. Meski belum menginjak life cycle, produsen bisa saja melakukan perubahan total pada produknya, jika menganggap sang kompetitor mengancam eksistensi produk mereka. Alasan selanjutnya adalah saran dan tingkat kepuasan konsumen. Biasanya produsen mobil akan melakukan studi terkait tingkat kepuasan pelanggan atau masyarakat terhadap produk me­reka.

Mungkin bagi masyarakat umum, tidak ada yang salah dari Daihatsu Xenia. Desain dan fungsinya tetap diminati, penjualannya pun selalu menorehkan tinta emas. Tapi ternyata, melalui serangkaian riset, tingkat kepuasan akan Daihatsu Xenia dianggap menurun. Selain tingkat kepuasan yang menurun, gempuran mobil sekelas dari berbagai produsen lain, membuat PT Astra Daihatsu Motor (ADM) harus “pasang badan”. Atas dasar-dasar tersebut, ADM akhirnya meluncurkan MPV yang menjadi tulang punggung penjualan mereka, Daihatsu Xenia. Hal ini mutlak dilakukan, agar Xenia tetap bisa bersaing di pasar “gemuk” MPV yang menguasai sekitar 40% kue pasar otomotif nasional.

Meski bukan masuk kategori major change, ubahan pada Xenia terbaru ini tergolong cukup ba­nyak. Mobil ini mengalami ubahan besar pada sektor desain eksterior, mesin, dan interior semata-mata agar bisa kembali memuaskan keinginan penggunanya.

Menurut pendapat kami, Xenia terbaru memiliki desain yang lebih manis dan terstruktur. Mengapa terstruktur, karena lekukan bodi berlebih pada generasi terdahulu tidak lagi dijumpai pada generasi terbarunya. Jika diperhatikan, desain fascia yang paling banyak mendapatkan revisi. Tampilannya kini terlihat lebih elegan sekaligus sporti. Elegan berkat penggunaan dua bilah gril besar berlapis krom dan DRL pada bumper. Aura sporti didukung oleh penggunaan desain air dam besar dan aksen air vent pada sisi kanan-kiri bumper. Pada bagian belakang, penggunaan garnish berupa lens extender dari stoplamp memberikan efek dimensi belakang mobil yang lebih besar dan padat.

Agar semakin memuaskan, unsur interior juga disentuh. Hasilnya aura hangat dan mewah berhasil didapatkan berkat kombinasi warna coklat dan abu-abu muda pada bagian interior. Yang menarik, desain setir, peletakan head-unit touchscreen, serta desain kisi AC tengah terinspirasi dari Daihatsu Terios. Terdapat fitur anti-jam protection pada kaca depan sisi pengemudi. Jadi, jika ada benda yang menghalangi gerak kaca ketika ditutup, otomatis kaca akan turun kembali untuk menghindari benda terjepit. Sayangnya fitur itu hanya terdapat di kaca depan sisi pengemudi. Akan lebih berguna bila fitur itu disematkan di kaca baris kedua, dimana fenomena jari tangan anak-anak terjepit kaca lebih sering terjadi. Untuk menambah sektor keselamatan, terdapat fitur bernama corner censor untuk menghindari sudut depan mobil menabrak sebuah objek. Pada dasarnya, corner censor adalah sensor parkir yang ditaruh di bumper depan. Fitur ini bisa dinon-aktifkan melalui tombol di sisi kanan dekat setir, karena jika tidak bisa, bunyi beep dari sensor ini akan sangat mengganggu ketika mobil dikemudikan di lalu lintas padat.

Ketika beranjak ke bangku tengah, kami menemukan sedikit perubahan pada Xenia generasi terbaru ini. Terdapat tonjolan pada bagian dasar bangku yang bersentuhan dengan betis kaki. Tonjolan yang terlihat lebih besar dari generasi sebelumnya ini, membuat ruang kaki terasa terbatas dan memberikan kesan sempit. Jika dianalisa, tonjolan ini kemungkinan besar disebabkan oleh desain kopel baru yang digunakan Xenia. Desain kopel baru ini praktis membutuhkan bracket yang kemungkinan mengharuskan desainer untuk membuat tonjolan pada bagian dasar bangku tersebut.

Seperti saudara kembarnya Grand New Avanza, Xenia terbaru juga menggunakan komposisi bangku baris ketiga 50:50. Selain itu masing-masing bangku juga mampu dilipat seluruhnya sehingga bisa memberikan kemampuan angkut barang berdimensi besar dan tinggi.

Emblem Dual-VVT-i pada pintu belakang begitu menyita perhatian. Penggunaan emblem itu merupakan indikasi bahwa Great New Xenia memiliki mesin baru. Ketika membuka kap mesin, barulah terlihat wujud jantung mekanis anyar dari Great New Xenia. Ia menggunakan mesin dengan kode 1NZ-VE dengan kapasitas yang lebih besar dari pendahulunya (1.329 cc VS 1.298 cc). Dengan teknologi Dual-VVT-i, pe­ngaturan katup variabel terjadi pada kedua klep (in dan ex,red). Hasil akhirnya adalah pembakaran yang lebih maksimal yang berefek pada konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang yang lebih baik. Selain itu, tenaga yang dihasilkan juga lebih besar dibandingkan gene­rasi terdahulu (97 dk VS 92 dk). Untuk menunjang penghematan BBM, digunakan pula ban dengan hambatan gulir rendah pada mobil ini.

Jika ditilik melalui spesifikasi, mesin 1NR-VE yang digunakan, berjenis mesin oversquare. Artinya, langkah piston lebih besar dari diameternya. Karakter mesin overstroke adalah torsi besar pada putaran bawah. Hal itu pasti akan berdampak pada karakter mesin Xenia yang mudah mengail torsi dan berdampak pada mudahnya mobil ini dalam berakselerasi.

Unsur kenyamanan juga semakin ditingkatkan. Meski masih menggunakan mesin penggerak roda belakang, yang pada takdirnya sangat sulit untuk menemukan racikan suspensi yang nyaman, Xenia tetap berusaha memperbaiki diri. Tingkat kekerasan per, rebound suspensi, bushing-bushing semuanya diracil ulang agar bisa menyajikan bantingan suspensi yang lebih nyaman. Segala kelebihan ini, seharusnya sudah cukup mendongkrak indeks kepuasan Daihatsu Xenia yang sempat turun belakangan ini.