Daihatsu Surabaya

DONNY DAIHATSU
MARKETING SENIOR DAIHATSU
SILAHKAN HUBUNGI :
BBM: -
Hot News

Berita

Hasil Tes Lengkap Daihatsu Sirion A/T di Indonesia

Menyasar segmen anak muda, Sirion tampil dengan wajah lebih dinamis. Bisa dilihat pada aplikasi kisi udara gril dan kisi udara bumper yang ditengahi oleh panel dengan motif serat kar­bon. Dengan bentuk tra­pesoidal hitam, area ini men­jadi pusat perhatian di jalan.

Lampu masih halogen walau sudah memakai rumah proyektor. Desain rumah lampu terasa pas dengan lekuk tubuh bagian depan. Untuk menguatkan kesan dinamis, diberi lekukan dengan sudut tajam di ujung bumper. Beda jauh dari pendahulunya yang terlalu santun.

Bagi sebagian orang, titik lemah desain Sirion ada di bela­kang. Proporsi tubuhnya terlihat kurang ideal. Ia mestinya bisa sedikit lebih panjang. Sepatbor juga seperti kebesaran, meski itu jadi cirikhas Sirion. Desain lampu bening membuatnya tampak lebih segar.

Desain dasbor Sirion juga begitu menggugah selera. Detail jahitan berwarna merah pada bangku dan setir menambah wiba­wanya. Desain panel instru­men pun tampak lebih modern. Overall, desain kabin terlihat lebih mewah.

Begitu juga dengan head unit terintegrasi membuatnya terlihat lebih berkelas. Namun suka atau tidak, head unit seperti ini tidak bisa dijejali fitur seperti kamera parkir, navigasi, dan akses inter­net. Meski, Sirion sudah ada koneksi USB dan Bluetooth.

Cukup mengganggu adalah posisi konsol tengah yang terlalu rendah. Cukup sulit untuk men­jangkau tuas rem parkir dan ba­rang yang diletakkan di rong­ga penyimpanan. Hati-hati jangan sampai pandangan Anda teralihkan saat meraih sesuatu di konsol tengah. Sebaliknya, ruang penyimpanan Sirion bertebaran di segala sudut.

Kami agak kesulit­an de­ngan posisi duduk bang­ku sopir. Sebenarnya cukup ting­gi dan menjaga visi­bilitas. Di lain pihak, posi­si duduk jadi ketinggian. Memang ada pengatur sudut alas jok, namun itu belum cukup. Ditambah, sudut penopang paha terasa ketinggian untuk sebagian orang.

Auto Bild menempatkan Daihatsu Sirion di kelas Small Hatchback. Bicara akomodasi, ia paling menjanjikan ketimbang rival sekelas. Semakin terasa lega berkat atapnya yang tinggi. Itu pun dengan vo­lume bagasi cukup baik.

Sirion masih mengandalkan mesin 1.298 cc 4-silinder bertenaga 92 dk dan torsi 120 Nm. Untuk transmisi, ia mengandalkan otomatis 4-speed konvensional.

Dengan rasio gigi terbatas, tenaganya terasa kurang menonjol di putaran atas. Tak heran jika ia hanya men­catat waktu 13,2 detik untuk sprint 0-100 km/jam. Kalah 0,3 detik dari Mitsubi­shi Mirage CVT yang hanya bermesin 1.193 cc 3-silinder.

Rasio gigi 1 2,731:1 dan final gear 4,032:1 membuatnya cukup lincah berkelit saat stop and go. Anda tinggal memanfaatkan torsinya untuk melaju lebih cepat. Cara ini membuatnya meraih konsumsi BBM 12,6 km/l. Lagi-lagi harus menyerah dari Mirage yang mencapai 13,4 km/l.

Bermodalkan rasio gigi 4 1,000:1, membuatnya cepat kehabisan nafas di putaran tinggi. Mesin pun harus berputar 2.500 rpm di kecepatan 100 km/jam. Meski begitu, ia tetap sanggup mencatat konsumsi BBM 19,6 km/l. Tetap kalah dari Mirage yang mencapai 21,4 km/l. Sektor transmisi memegang peran kunci di sini.

Handling Sirion terbilang menye­nangkan. Kemudi cukup berat untuk mobil dengan teknologi EPS. Namun justru membuatnya lebih bisa dimengerti. Gejala understeer cukup terasa ketika manuver cepat. Semakin menantang karena postur tubuhnya yang lumayan tinggi menambah daya dorong ke depan. Tapi justru di situ se­ninya menjinakkan keliaran Sirion.

Bantingan suspensi cukup keras tapi masih dalam taraf wajar. Kami sedikit mencermati kualitas buatan panel dasbor yang terasa kurang solid. Dalam jangka panjang, suara yang ditimbulkan ketika mengenai obstacle jalan akan semakin mengganggu.