Daihatsu Surabaya

DONNY DAIHATSU
MARKETING SENIOR DAIHATSU
SILAHKAN HUBUNGI :
BBM: -
Hot News

Berita

Daihatsu Kenalkan Teknologi Masa Depannya

Hari Sabtu (22/9), PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan di hadapan media online mengenai pengembangan teknologi masa depan mereka. Acara yang dilangsungkan di booth Daihatsu di IIMS 2012 ini merupakan pengenalan tiga tahapan pengembangan teknologi kendaraan Daihatsu di masa depan.

"Teknologi ini dikembangkan untuk menghadirkan kendaraan Daihatsu yang berkualitas, harga terjangkau dan ramah lingkungan," ungkap Satriyo Budiutomo, Executive Coordinator, Development Project Team No. 1 Dept. Research & Development Division PT ADM.

Di tahap pertama, Satriyo menjelaskan teknologi "Eco-Idle". Sistem teknologi eco-idle ini mampu mengatur hidup dan mati mesin secara otomatis dalam keadaan macet. Dengan teknologi ini, konsumsi BBM diklaim bisa mencapai 30 km/liter.

"Teknis kerjanya jika mesin dalam keadaan idle lebih dari 30 detik atau berjalan di bawah 7 km/jam, maka mesin otomatis akan mati. Aplikasi teknologi dengan sistem i-EGR ini mampu menghasilkan pembakaran sempurna dan meminumkan keluaran gas CO2," terang Satriyo.

Pada tahap kedua, Daihatsu sedianya melakukan pengembangan teknologi mesin dua silinder turbocharged. "Di tahap ini, mesin mobil akan menggunakan komponen lebih sedikit. Selain lebih ringan, efisiensi BBM bisa mencapai 35 km/liter. Aplikasi turbocharged-nya juga memiliki tekanan yang rendah (low pressure) sekitar 0,3-bar, jadi orientasinya lebih kepada pemampatan bahan bakar supaya lebih efisien," ujar Satriyo.

Di tahapan ketiga, selain tidak lagi menggunakan BBM (bahan bakar minyak), kendaraan Daihatsu di masa depan juga tidak menghasilkan emisi gas buang CO2 lagi atau CO2 nol. "Bahan pembuatan kendaraan ini menggunakan sumber daya alam yang lebih sedikit, tidak mengandung logam mulia, sehingga biaya yang dikeluarkan dalam pengembangan lebih rendah," ungkap Satriyo.

Tahap ketiga ini focus penggunaan bahan bakar cair baru yaitu Hidrazin Hidrat. Zat ini disebut memiliki kepadatan energi yang tinggi dan tidak menghasilkan CO2, sehingga ramah lingkungan. "Berbeda dengan dengan kendaraan fuel cell yang menggunakan bahan bakar hidrogen, kendaraan masa depan Daihatsu menggunakan bahan bakar Hidrazin Hidrat yang tidak berbahaya. Berbeda dengan hidrogen punya sensivitas tinggi pada perubahan suhu ekstrim dan guncangan hebat, dan bisa menyebabkan ledakan," pungkas Satriyo.